PERTAHANAN DI BIDANG ENERGI
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pertemuan Indonesia-Japan Energy Round Table menghasilkan tiga perjanjian kontrak baru di bidang minyak bumi, gas, dan energi senilai dua miliar dolar AS.
"Ada tiga perjanjian kontrak senilai dua miliar dolar AS, yaitu perjanjian perdagangan LNG antara PT Pertamina/BP Berau dengan Tohoku Electric Power dari Blok Tangguh di Papua selama 20 tahun dengan nilai satu miliar dolar AS," kata Purnomo kepada wartawan seusai pertemuan itu di Tokyo, Selasa.
Selanjutnya dua perjanjian lainnya adalah kontrak yang ditandatangani oleh PT PLN dan Sumitomo Corporation untuk proyek PLTU Tanjung Jati B senilai 500 juta dolar AS untuk meningkatkan kapasitas menjadi dua kali 600 MW dan akan selesai dalam jangka waktu 40 bulan, serta kontrak yang ditandatangi oleh PT PLN dengan Marubeni Corporation senilai 500 juta dolar AS untuk proyek PLTU Cirebon untuk meningkatkan kapasitas sebesar 600 MW.
Menurut Purnomo, selain tiga kontrak baru tersebut, kedua pihak juga menandatangani dua perjanjian lain, yaitu antara Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM dengan Sojitz Corporation tentang jasa konsultasi, komersialisasi untuk "coal liquefaction".
Perjanjian lainnya adalah kesepakatan antara Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM dengan Japan Bank for International Cooperation untuk kemitraan strategis dalam pengembangan bahan bakar nabati.
Dan Dalam rangka memberikan masukan kepada program kegiatan BPPT, pada Pra Raker BPPT kali ini diisi dengan pembekalan materi dari tujuh narasumber yakni; Bidang pangan dengan narasumber Alisjahbana Haliman (Direktur PT Haldin Pasific Semesta), bidang transportasi dengan narasumber Budi Darmadi (Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kemenperin), Bidang Hankam dengan narasumber Rizky Ferianto (Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan BAPPENAS), Bidang Kesehatan dengan narasumber Djakfarudin Junus (Direktur Indofarma), Bidang Energi dengan narasumber Ego Syahrial (Ka Pusdatin ESDM), Bidang TIK dengan narasumber Silvia Sumarlin (Ketua KADIN Bidang Telematika) dan narasumber yang terakhir adalah Luky Eko Wuryanto (Deputi Bidang koordinasi Infrastruktur dan Prasarana Wilayah Kemenko Perekonomian) untuk bidang MP3EI.
Pada paparan pertama dari bidang pangan disampaikan bahwa produk yang dihasilkan PT Haldin Pasific Semesta sangat dekat dengan BPPT, ” Industri kami bergerak pada bidang farmasi, kosmetik, makanan dan minuman. Apa yang kami lakukan di perusahaan ada dua teknologi yaitu liquid dan powder technology. Kita ambil bahan mentah, kemudian bagaimana caranya bahan mentah diproses sehingga mempunyai nilai tambah. Dari segi bahan mentah kami mencari bahan terbaik, dari segi proses, kita mengambil bahan baku dan diaplikasikan teknologi yang paling optimal. Terkhir dalam hal finishing product kita melihat segmentasi pasar. Dalam pengembangan teknologi dengan BPPT, tiga pilar itu yang perlu kita lihat. BPPT mempunyai teknologi dan proses, kami dari swasta membuka diri untuk kerjasama dengan BPPT di industri kita sendiri,” ungkap Direktur PT Haldin, Alisjahbana Haliman.
Menimpali pernyataan Haliman, Listyani menambahkan bahwa sudah saatnya kita hand in hand mengisi triple helix ABG. “Kita memiliki beberapa teknologi yang sesuai untuk pengembangan produk di PT Haldin,” ujarnya.
Pada pembekalan selanjutnya dari bidang transportasi disampaikan mengenai pentingnya riset dan pengembangan (R&D-red) dalam industri transportasi. “BPPT merupakan leader dalam industri terapan transportasi di Indonesia,” ungkap Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementrian Perindustrian, Budi Darmadi.
Industri unggulan berbasis teknologi tinggi, lanjutnya, terdiri dari industri permesinan dan alat pertanian, industri elektronika dan telematika, industri maritim, kedirgantaraan dan alat pertahanan dan industri alat transportasi darat. “Hanya saja riset di komponen kita jauh ketinggalan. Contohnya saja galangan kapal kita seringkali merangkap juga sebagai industri komponen kapal. Makanya dibandingkan di Korea yang hanya tiga bulan menyelesaikan sebuah kapal, di Indonesia bisa setahun sampai dua tahun. Maka dari itu perlu sentuhan riset R&D terapan,” tambah Budi.
Pada sesi pembekalan bidang Hankam disampaikan bahwa Industri strategis Indonesia bersifat pasang surut dari mulai tahun 1970-an sampai sekarang. “Pengadaan alutsista nasional tidak diiringi dengan pemberdayaan industri pertahanan (Inhan tidak menguasai teknologinya). Hal ini menjadi faktor penghambat kemandirian pemenuhan alutsista,” ujar Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Bappenas, Rizky Ferianto.
Sementara itu lanjutnya, salah satu Sasaran Pembangunan Jangka Panjang Bidang Hankam yang diamanatkan melalui RPJPN adalah terbangunnya profesionalisme prajurit yang didukung industri pertahanan yang andal. “Pemberdayaan industri pertahanan merupakan prioritas nasional RPJMN 2010-2014. Kata Kuncinya Adalah: Sinkronisasi Defense Acquisition Dan Pemberdayaan Industri Pertahanan. Oleh karena itu perlu peningkatan teknologi menuju high level technology guna meningkatkan kontribusi pemenuhan kebutuhan user (TNI/Polri),” ujarnya.
Sebagai rekomendasi, Deputi Bappenas juga menambahkan bahwa skenario komprehensif - Linkage yang kuat antara setiap Project R&D Hankam perlu dibangun. Kerjasama BPPT, Bappenas, dan KKIP dalam percepatan pengembangan Teknologi Hankam perlu diimplementasikan. “BPPT perlu mengidentifikasi “Key Technology”, strategi pemenuhannya, dan sumber daya yang dibutuhkan. Bappenas akan mendorong program R&D khusus Hankam berdasarkan rekomendasi teknologi BPPT,” tegasnya.
Pada sesi keempat yakni pembekalan bidang kesehatan diutarakan mengenai lemahnya penelitian dan pengembangan di industri farmasi. “Lemahnya bukan dalam knowledge peoplenya tapi tidak punya dana. Indofarma salah satu BUMN Farmasi di Indonesia yang fokus kepada manufaktur mempunyai arah kebijakan bisnis pada pengembangan produk dan bisnis herbal. Kemudian prospek untuk dikembangkan dengan dukungan teknologi adalah pengembangan produk herbal, generikisasi produk bioteknologi maupun chronic degenerative disease, pengembangan engineering pharmaceutical dan pengembangan nutraceutical,” ujar Direktur Indofarma, Djakfarudin Junus.
Dilanjutkan oleh Djakfarudin, mengenai pola kemitraan dengan BPPT tentunya harus berbasis manfaat, kemitraan harus memberikan manfaat baik untuk BPPT maupun BUMN Farmasi. “Kemudian market driven,bahwa kemitraan bisnis yang dijalankan harus berbasis pada market need. Selanjutnya adalah speed yakni kemitraan bisnis harus dijalankan dengan serius, dengan perencanan matang dan bukan sekedar formalitas,” jelasnya.
Pada pembekalan sesi ke lima bidang energi dengan narasumber Ego Syahrial (Ka Pusdatin ESDM), disampaikan bahwa telah terjadi beberapa anggapan yang keliru mengenai energi di Indonesia diantaranya; Indonesia adalah negara yang kaya minyak, padahal tidak, kita lebih banyak memiliki energi lain seperti batubara, gas, CBM, panas bumi, air, BBN dan sebagainya. Anggapan keliru lainnya adalah harga BBM harus murah tanpa berpikir bahwa hal ini menyebabkan terkurasnya dana pemerintah untuk subsidi harga BBM, ketergantungan kita kepada BBM yang berkelanjutan serta kepada impor minyak dan BBM yang makin lama makin besar serta makin sulitnya energi lain untuk berkembang.
Oleh karena itu arah kebijakan umum Kementrian ESDM adalah; Meningkatkan efisiensi, konservasi, dan pelestarian lingkungan hidup dalam pengelolaan energi. Meningkatkan pangsa sumberdaya energi baru dan terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional. Meningkatkan cadangan terbukti energi fosil dan mengurangi pangsanya dalam bauran energi nasional. Pengamanan pasokan energi, khususnya listrik dan migas serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi dalam pembangunan ekonomi nasional.
ESDM juga telah melaksanakan beberapa penelitian dan pengembangan guna mewujudkan hal tersebut. “ESDM telah melaksanakan Floating Storage Regasification Unit (FSRU) di Jawa Bagian Barat, Litbang Coalbed Methane (CBM) to Power, SPBG Mother Daughter system, pengembangan mikrohidro, pengembangan energi surya, dan gasifikasi batubara,” jelasnya.
Pada sesi pembekalan ke enam Bidang TIK dengan narasumber Silvia Sumarlin (Ketua KADIN Bidang Telematika) disampaikan bahwa Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Hal ini berbanding lurus dengan jumlah pasar pengguna TIK di Indonesia dimana jumlah belanja TIK mencapai 220 triliun. “220 Triliun itu didapat dari komponen investasi belanja perangkat TIK, infrastruktur TIK, belanja online yang menggunakan TIK, pulsa dan komponen lainnya, bahkan target di 2015 nanti mencapai 440 T. Kenapa manufaktur kita sekarang tidak bertumbuh, pabrik kurang berkembang, karena salah satunya adalah akses untuk mendapatkan dana. Untuk itu faktor yang harus ditingkatkan adalah penggunaan produk lokal dan TKDN yang tinggi. Kemudian buruknya jaminan keamanan di indonesia juga perlu diperbaiki. Yang terpenting perkembangan ekonomi tidak terlepas dari bidang TIK. Saya yakin
http://adf.ly/1L9xpp
Rabu, 18 April 2012
Rabu, 04 April 2012
MIMPI SAYA TENTANG INDONESIA
Indonesia merupakan negara yang paling kaya dibandingkan dengan negara negara lainnya. Buktinya saja banyak rempah rempah yang dihasilkan dari negara ini, seperti lada, ketumbar dll. Selain itu letak indonesia yang sangat strategis yang diapit oleh 2 benua dan 2 samudera yang menjadikan indonesia sebagai jalur mata rantai perdagangan dunia. Indonesia juga memiliki daratan yang luas, lautan yang luas.
Tapi dalam kenyataannya saat ini indonesia menjadi negara miskin. Seperti yang kita lihat saat ini dari segi perekonomian saja banyak rakyat yang kurang mampu menjadi pengemis dijalan, menjadi tukang cuci, menjadi penyapu jalan,dll. untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin meroket tajam. Sampai- sampai pemerintah mengadakan pembagian BLT yang dirasa cukup membantu untuk rakyat miskin. Tapi hal itu nihil, karena cara yang kurang efektif. Banyak penganguran karena kebijakan pemerintah tentang peraturan sisten kontrak, banyaknya pekerja TKI yang dikirim kenegara negara lain untuk dipekerjakan.
Dari segi hukum di Indonesia, saya rasa menggunakan sistim "PILIH KASIH". Buktinya saja beberapa waktu lalu ada seorang anak yang mencuri sendal harus dipenjarakan, sedangkan aparat pemerintahan yang tersandung masalah KKN atau tindak pidana lain diberi hukuman yang tidak sesuai. Bahkan Aparat pemerintahan yang dipenjara pun masih bisa pergi keluar negri, menikmati fasilitas kemewahan yang ada dalam penjara. dan masih banyak lagi. Dari segi politik diindonesia tampaknya mengantut sistem " Ada Uang Anda Menang ".
Saya berharap dimasa mendatang Indonesia menjadi lebih baik lagi dari segi Perekonomian, Pemerintahan, Keamanan, Hukum, dan Politik. Saya berharap pemerintahan yang bersih tanpa KKN. Jika ada yang tersangkut masalah hukum saya harap diadili dengan seadil-adilnya tanpa pandang bulu, Tidak ada lagi rakyat yang menderita kelaparan dan Penjaminan kesehatan bagi seluruh rakyat, Penyediaan Lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya sehingga tidak ada lagi pengiriman TKI keluar negri, Pendidikan yang berkualitas dan terjangkau bagi rakyat miskin, Sarana pendidikan yang memadai untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Pengobatan yang terjangkau dan merata untuk setiap masyarakat. Pemanfaatan SDA dan SDM yang memnadai dan efisien.
Saya rasa hal yang saya sebutkan diatas tadi bisa membantu untuk menajadikan indonesia negara yang lebih baik, Maju dan berkembang dimasa yang akan datang. Amin. Sekian dan Terima Kasih.
Tapi dalam kenyataannya saat ini indonesia menjadi negara miskin. Seperti yang kita lihat saat ini dari segi perekonomian saja banyak rakyat yang kurang mampu menjadi pengemis dijalan, menjadi tukang cuci, menjadi penyapu jalan,dll. untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin meroket tajam. Sampai- sampai pemerintah mengadakan pembagian BLT yang dirasa cukup membantu untuk rakyat miskin. Tapi hal itu nihil, karena cara yang kurang efektif. Banyak penganguran karena kebijakan pemerintah tentang peraturan sisten kontrak, banyaknya pekerja TKI yang dikirim kenegara negara lain untuk dipekerjakan.
Dari segi hukum di Indonesia, saya rasa menggunakan sistim "PILIH KASIH". Buktinya saja beberapa waktu lalu ada seorang anak yang mencuri sendal harus dipenjarakan, sedangkan aparat pemerintahan yang tersandung masalah KKN atau tindak pidana lain diberi hukuman yang tidak sesuai. Bahkan Aparat pemerintahan yang dipenjara pun masih bisa pergi keluar negri, menikmati fasilitas kemewahan yang ada dalam penjara. dan masih banyak lagi. Dari segi politik diindonesia tampaknya mengantut sistem " Ada Uang Anda Menang ".
Saya berharap dimasa mendatang Indonesia menjadi lebih baik lagi dari segi Perekonomian, Pemerintahan, Keamanan, Hukum, dan Politik. Saya berharap pemerintahan yang bersih tanpa KKN. Jika ada yang tersangkut masalah hukum saya harap diadili dengan seadil-adilnya tanpa pandang bulu, Tidak ada lagi rakyat yang menderita kelaparan dan Penjaminan kesehatan bagi seluruh rakyat, Penyediaan Lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya sehingga tidak ada lagi pengiriman TKI keluar negri, Pendidikan yang berkualitas dan terjangkau bagi rakyat miskin, Sarana pendidikan yang memadai untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Pengobatan yang terjangkau dan merata untuk setiap masyarakat. Pemanfaatan SDA dan SDM yang memnadai dan efisien.
Saya rasa hal yang saya sebutkan diatas tadi bisa membantu untuk menajadikan indonesia negara yang lebih baik, Maju dan berkembang dimasa yang akan datang. Amin. Sekian dan Terima Kasih.
DICARI PEMERINTAHAN YANG TIDAK LEBAY
Saya harap ada pemerintah yang dapat membenahi apa yang menjadi kekurangan dan apa yang harus digali dan dikembangkan untuk kemajuan negara indonesia tercinta ini. Tidak egois dan hanya mementingkan anggota golongan semata.Menjalani pemerintahan yang baik dan rela mati untuk memajukan negara ini. Demi terciptanya kehidupan yang lebih baik.
Tidak seperti yang sekarang ini banyak dilihat atau bahkan didengar di media media informasi seperti TV,Radio, Tabloid atau bahkan diInternet. Tentang pembangunan gedung DPR baru, pembangunan toilet baru DPR, penyediaan makanan untuk rapat DPR.
Rencana pembangunan Gedung DPR senilai Rp 1,168 triliun dimulai sejak Oktober 2010 dengan ditandai peletakan baru pertama. Standar gedung baru tersebut lebih dari sekedar ruang kerja namun dilengkapi dengan fasilitas mewah seperti kolam renang, fitness centre, sekaligus tempat spa.
Keberadaan fasilitas mewah di gedung wakil rakyat itu diungkapkan Tim Leader Teknis Pembangunan Fisik Gedung DPR BudiSukada. Selain fasilitas tersebut, wujud Gedung DPR juga akan menyerupai mal karena di dalamnya akan disediakan tempat pijat refleksi, pertokoan, koperasi, apotek, dan fasilitas lain yang tersebar di seluruh gedung. Budi mengatakan, fasilitas itu disediakan untuk menunjang kinerja anggota DPR, terutama untuk menjaga kesehatan dan kebugaran para anggota DPR.
Total biaya pembangunan gedung ini sekitar Rp1.162.202.186.793 (Rp1,162 triliun). Biaya sebesar ini belum termasuk anggaran untuk IT, sistem keamanan dan furniture.
Belum lagi pembangunan toilet dpr dan kenaikan anggaran makanan ringan wakil rakyat tersebut yang menghabiskan biaya negara yang begitu besar.
Tidak seperti yang sekarang ini banyak dilihat atau bahkan didengar di media media informasi seperti TV,Radio, Tabloid atau bahkan diInternet. Tentang pembangunan gedung DPR baru, pembangunan toilet baru DPR, penyediaan makanan untuk rapat DPR.
Rencana pembangunan Gedung DPR senilai Rp 1,168 triliun dimulai sejak Oktober 2010 dengan ditandai peletakan baru pertama. Standar gedung baru tersebut lebih dari sekedar ruang kerja namun dilengkapi dengan fasilitas mewah seperti kolam renang, fitness centre, sekaligus tempat spa.
Keberadaan fasilitas mewah di gedung wakil rakyat itu diungkapkan Tim Leader Teknis Pembangunan Fisik Gedung DPR BudiSukada. Selain fasilitas tersebut, wujud Gedung DPR juga akan menyerupai mal karena di dalamnya akan disediakan tempat pijat refleksi, pertokoan, koperasi, apotek, dan fasilitas lain yang tersebar di seluruh gedung. Budi mengatakan, fasilitas itu disediakan untuk menunjang kinerja anggota DPR, terutama untuk menjaga kesehatan dan kebugaran para anggota DPR.
Total biaya pembangunan gedung ini sekitar Rp1.162.202.186.793 (Rp1,162 triliun). Biaya sebesar ini belum termasuk anggaran untuk IT, sistem keamanan dan furniture.
Belum lagi pembangunan toilet dpr dan kenaikan anggaran makanan ringan wakil rakyat tersebut yang menghabiskan biaya negara yang begitu besar.
Rabu, 07 Maret 2012
tokoh wayang gatot kaca
GATOT KACA
salah satu tokoh wayang yang saya sukai Gatotkaca, salah seorang tokoh dari epos Mahabharata. Putra Arya Bima & Arimbi. Bima memberi nama anaknya itu Jabang Tutuka. Gatotkaca sakti mandraguna dengan segala ilmu dan aji-aji pamungkasnya seperti Brajamusti, Krincing Wesi, Bajingiring, Garuda Ngapak dan sebagainya. Dipercaya menjadi panglima perang negara Pringgadani. Dikenal dengan julukan otot kawat, tulang baja, daging besi. Lebih dari itu dia pun memiliki jiwa seni yang tinggi. Dikenal pula sebagai pembuat arca, patung-patung dari batu. Gatot kaca sendiri memiliki banyak nama pemberian dewa. Namun yang dipakai adalah nama Gatotkaca, nama pemberian dari Batara Guru saat di sawarga maniloka. Saat umur 3 tahun, Jabang Tutuka diutus Batara Guru untuk melawan Naga Percona. Tapi sayang, Tutuka mati di tangan Naga Percona setelah ia menendang mata Naga Percona hingga buta sebelah matanya. Untuk itu Batara Guru memerintahkan Batara Narada dan Batara Bayu untuk memasukan jasad Tutuka ke kawah Candradimuka. Tutuka dicetak ulang berganti wujud menjadi Gatotkaca.
salah satu tokoh wayang yang saya sukai Gatotkaca, salah seorang tokoh dari epos Mahabharata. Putra Arya Bima & Arimbi. Bima memberi nama anaknya itu Jabang Tutuka. Gatotkaca sakti mandraguna dengan segala ilmu dan aji-aji pamungkasnya seperti Brajamusti, Krincing Wesi, Bajingiring, Garuda Ngapak dan sebagainya. Dipercaya menjadi panglima perang negara Pringgadani. Dikenal dengan julukan otot kawat, tulang baja, daging besi. Lebih dari itu dia pun memiliki jiwa seni yang tinggi. Dikenal pula sebagai pembuat arca, patung-patung dari batu. Gatot kaca sendiri memiliki banyak nama pemberian dewa. Namun yang dipakai adalah nama Gatotkaca, nama pemberian dari Batara Guru saat di sawarga maniloka. Saat umur 3 tahun, Jabang Tutuka diutus Batara Guru untuk melawan Naga Percona. Tapi sayang, Tutuka mati di tangan Naga Percona setelah ia menendang mata Naga Percona hingga buta sebelah matanya. Untuk itu Batara Guru memerintahkan Batara Narada dan Batara Bayu untuk memasukan jasad Tutuka ke kawah Candradimuka. Tutuka dicetak ulang berganti wujud menjadi Gatotkaca.
pengalaman wisata yang berkesan
pengalaman wisata yang berkesan
Pertama kali aku keluar kota itu waktu kecil, biasalah tradisi mudik alias pulang kampung. Waktu itu perjalanannya ke Surabaya ke tempat mbah dan asal muasalnya ayah, dan dilanjutkan ke Tegal, Peklongan, Brebes ke asal muasalnya ibu. Waktu itu masih kecil banget, jadi ngga ada kenangan yang masih menempel (kecuali waktu mandi di kali). Terus ke Surabaya lagi berdua dengan ayah waktu naik kelas dua SMP. Perjalanannya lumayan jauh soalnya naik kapal dari Banjarmasin, jadinya sempat menginjakkan kaki di Kalsel juga. Pengalaman ini sangat berharga sekali buat perjalanan travelingku selamjutnya lho,. Disimak sampai habis ya :p
Selanjutnya, aku pernah pergi ke Ambon, Maluku, untuk menghadiri Muktamar Nasional PII ke 25. Waktu itu mau naik kelas 3 SMA, kalau engga salah berangkatnya tanggal 28 Juni 2006. Waktu itu, masih hijau banget soal organisasi, jadinya belum terlalu memahami makna dan arti muktamar itu apa. Pada kegiatannya sendiri sih, aku kebanyakan menjadi penonton dan pengamat saja 8-) sesuai dengan statusku waktu itu jadi “peninjau†forever,. He he he…..
Oke aku ceritakan perjalanannya. Sebenarnya, aku baru bilang mau pergi itu dua hari sebelum kami benar-benar pergi. Jadi dadakan gitu, untung aja dibolehkan dan ngga ada hambatan, meskipun ortu sempat kaget juga,. Akhirnya kami pergi, tapi ke Makassar dulu transit di sana. Kami pergi naik kapal ke Makassar dan terombang-ambing di lautan sehari semalam. Sampai di Makassar, tinggalnya di kostan dekat Unhas, jadi tempat wisata tujuan kami ya Unhas itu :) hebat juga lho kami, sudah beberapa kali diajak berkeliling Universitas itu. Trus, kami pergi juga ke Ambon, kali ini naik pesawat. Alhamdulillah sampai dengan selamat disana. Satu minggu jalanin tugas kenegaraan, sampai juga di agenda jalan-jalan. Kami pergi ke pantai sana. Oh iya, yang berkesan itu makanannya. Makanannya lumayan asing dengan lidahku. Ada sagu, papeda, bener-bener lain dah pokoknya makanannya. Mungkin belum terbiasa kali ya, jadinya rada rewel juga ini lidah. Yang paling berkesan ya papeda. Bener-bener ngga terlupakan dah,.. :D
Pulang dari sana, mampir ke Makassar lagi. Nah baru ini bisa jalan-jalan. Ke Mall Ratu Indah, trus nikmati wisata kuliner disana juga. Yang berkesan itu ya makan sop konro, meskipun di Samarinda juga banyak yang jual, tapi kan keren juga bisa makan dari daerah asalnya sana. Tapi kok aneh ya, disana malah cari cotto makassar ga nemu :)
Perjalanan selanjutnya yang berkesan itu waktu ke Kabupaten Paser di Kaltim juga. Pertama kalinya ke sana, dan ngga pernah sama sekali menginjakkan kaki dan mendengar kabar apapun tentang daerah itu. Perginya pas awal bulan puasa 2006 juga. Bahkan, perginya cuma bertiga dan perempuan semua. Pergi dari Samarinda jam setengah empat, sampainya jam setengah dua malam. Sudah gitu sampai di lokasi acara malah buat kegaduhan sampai didatangin orang sekampung bawa parang ;) Waduh kacau dah waktu itu.
Rencananya, ke sana mau ikut Intermediate Training. Tapi ngga jadi karena kami kekurangan peserta. Akhirnya pulang deh beberapa hari berikutnya, soalnya dengar kabar ada kegiatan serupa di Kalsel, jadi cari info dari rumah (padahal sebenarnya alasan pulang itu karena masih takut dicariin warga :D ).
Dan akhirnya kami jadi pergi ke Kalsel, minggu kedua puasa. Kejadiannya sama seperti sebelumnya, belum tahu lokasi dan hanya punya petunjuk dari telepon sama teman-teman disana. Dan pengalamanku naik bis ke Banjarmasin dulu lah yang jadi andalanku, soalnya kedua temanku belum pernah naik bus sama sekali.jadilah aku penuntun jalan lagi. Sesampainya di Banjarmasin, ternyata lokasi kegiatan bukan disitu, tapi di Marabahan, jauh lagi dai Banjarmasin. Dan kami pergi siang-siang pas puasa. Waktu itu digonceng sama mbak instrukturnya disana. Perjalanannya, mungkin seperti Samarinda-Tenggarong, tapi jalanannya lurus aja, ngga berliku-liku seperti di Tenggarong. Sepanjang mata memandang, banyak banget hutan gambut yang terbakar, sungguh memilukan :( . Kejadian yang diingat waktu training, pernah ada kabut asap yang tebal banget, padahal aku kan punya asma, jadinya terima materi pas training di salam kelas pakai slayer.
Disana, ngga sempat kemana-mana. Selesai acara, balik ke banjarmasin, langsung pesan tiket pulang. Kangen rumah euy, maklum ngga pernah ninggalin rumah selama itu waktu puasa. Dan benar saja, kami pulang lima hari sebelum lebaran. Jadi beli oleh-olehnya makana di bus aja, beli dodol kandangan yang banyak.
Habis itu kemana lagi ya…? Oh iya, pas tahun 2008, bulan Juli. Kami pergi ke Pontianak, menghadiri Muknas PII ke 26. Meskipun di peta itu Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur satu pulau, tapi ngga ada akses darat dari Samarinda ke Pontianak. Walhasil, kami pergi ke Surabaya dulu buat meneruskan perjalanan ke Kalbar. Perjalanan naik kapal, dua hari semalam. Sampai di sana sore. Langsung di drop ke sekretariat PII Jatim. Malamnya kami sempat jalan kaki lihat-lihat kota Surabaya. Sampai arut malam, kami sama sekali ngga bisa tidur. Oh iya, belum aku ceritakan, kalau kami besok subuhnya bareng sama teman-teman dari Jatim dan Jogja pergi lagi naik kapal menuju ke Pontianak. Tengah malam, rombongan dari jogja datang. Dan subuhnya, kami carter angkot menuju ke pelabuhan lagi.
Sesampainya disana, kekecewaan yang kami dapat. Kapal kami di delay. Katanya sih, siang baru berangkat, ternyata delay lagi, delay lagi sampai akhirnya malamnya baru berangkat. Jadi, aktivitasku seharina ngga jelas itu di pelabuhan, tidur dan melampiaskan rasa lelahku di sana. Eeh siang-siangnya ada dangdutan di sana sebagai hiburan :toe: Rupanya disana ketemu sama teman-teman dari Ambon. Sorenya, sudah bersiap-siap berebutan sama penumpang lainnya cari tempat ter pw di kapal. Ternyata eh ternyata, sudah naik, kapalnya dinyatakan ngga bisa berlayar.. jadilah kami jadi penumpang terlantar lagi di pelabuhan. Kira-kira malam jam sepuluh barulah bisa duduk tenang di atas kapal, itupun dapat tempat yang kurang nyaman, tapi okelah buat beristirahat, cukup save juga kiri-kanan. Yang jadi problem kalau lagi di kapal itu, apalagi kalau goyang-goyang, paslagi shalat, kadang berdiri aja mau jatuh, tapi itulah seninya. Pokoknya total perjalanan kami seminggu berada di atas laut dari Balikpapan ke Pontianak. Sampai-sampai ada teman yang mau shaum senin kamis, dikiranya hari kamis, padahal itu hari jumat :D
Pasca kegiatan muknas, sempat jalan-jalan sih di Pontianak, pergi ke tugu nol derajat trus beli oleh-oleh manisan dan dodol lidah buaya. Pulangnya kami lagi-lagi naik kapal. Tapi kali ini agak rame juga, soalnya bareng sama teman-teman dari Jakarta dan beberapa dari Sumatera. Trus menginjakkan kaki di Jakarta deh beberapa hari. Sampai di Jakarta juga ga sempat kemana-mana, cuma main ke Monas, itupun jalan kaki aja. Oh iya, mampir ke Kwitang sebelum digusur, cari buku-buku bajakan, he he. Dan alhamdulillah, pulang ke Kaltim nya naik pesawat, akhirnya :D
Beberapa bulan selang dari muknas, kembali traveling lagi ke Jakarta. Bedanya, kali ini pergi alone, sendiri. Sudah sendirian, dibawain bekal buku satu koper lagi, beneran buku semua tugh yang dibawa, baju malah sedikit. Meskipun sebelumnya sudah pernah kesana, tapi kan kondisinya beda. Sendiri dan cuma dituntun arah pakai hape. Waktu itu ada kegiatan Advance Training, training ketiga setelah Intra. Jadi dah, sewaktu sampai di bandara dituntun suruh naik Damri, padahal bingung tuh yang mana Damri, untung aja ada di sana (ya iyalah wong mangkalnya emang disana) disuruh turun di Gambir, trus ntar dijemput di sana. Ya udah deh, padahal wajah sang penjemput juga ngga tahu, mengandalkan feeling aja,. Alhamdulillah ketemu, katanya udah keliatan banget kalo mau ikut advan ciri-cirinya kelihatan dari jauh,. :)
Waktu itu lagi puasa, dan ternyata, puasaku hari itubertambah satu jam lho,… Sahurnya ngikut waktu Samarinda, bukanya ngikut waktu Jakarta. Begitu buka puasa langsung deh digiring ke Karawang, soalnya lokasi training disana dan ternayta jam sepuluh baru sampai, padahal belum nemu nasi tuh. Jadi dah malam-malam cari makanan di depan Islamic Centernya sana. Selam adi karawang juga ga sempat kemana-mana, cuma sempat ke mall nya sebentar, itupun ngikut teman yang cari ATM. Ternyata pulangnya ada insiden, ketemu preman yang lagi malak orang di dalam bis, dan orang yang di palak itu tepat di belakang kursiku. Duh jantungan dah, serasa mau teriak aja ngalaminnya.
Selesai training, kembali ke Jakarta. Dan perjalanan baru akhirnya ditempuh lagi. Gara-gara diajakin sama teman yang dari Jatim sama Jateng buat pulang kampung sebentar, yaah tergoda juga. Setelah telpon orang rumah, akhirnya direstui buat pulang ke rumah pak dhe di Surabaya. Jadilah besoknya kami ke Senen beli tiket ke Surabaya. Habis dari senen, mampir ke Monas lagi, tapi kali ini masuk and naik ke atas. Sempat foto-foto juga disana ;) . Padahal jam satu kereta kami berangkat. Kami naik kereta kelas ekonomi, Cuma 36 ribu sampai ke Surabaya, wah aku heran. Tapi pang, berdesak-desakan, banyak orang jualan dan pengamen full nonstop. Keren dah pokoknya, journey tak terlupakan :D
Hmmm,…. Sebenarnya banyak tempat lagi yang ingin aku kunjungi. Yang pengen banget itu pergi ke Sumatera, Sumatera mana aja lah, pokoknya keren aja kalau bisa menginjakkan kaki ke Sumatera. Aku juga pengen naik motor melewati jembatan Suramadu,.. Hmmmm kapan ya,…?,,. Semoga kesampaian deh ;)
Pertama kali aku keluar kota itu waktu kecil, biasalah tradisi mudik alias pulang kampung. Waktu itu perjalanannya ke Surabaya ke tempat mbah dan asal muasalnya ayah, dan dilanjutkan ke Tegal, Peklongan, Brebes ke asal muasalnya ibu. Waktu itu masih kecil banget, jadi ngga ada kenangan yang masih menempel (kecuali waktu mandi di kali). Terus ke Surabaya lagi berdua dengan ayah waktu naik kelas dua SMP. Perjalanannya lumayan jauh soalnya naik kapal dari Banjarmasin, jadinya sempat menginjakkan kaki di Kalsel juga. Pengalaman ini sangat berharga sekali buat perjalanan travelingku selamjutnya lho,. Disimak sampai habis ya :p
Selanjutnya, aku pernah pergi ke Ambon, Maluku, untuk menghadiri Muktamar Nasional PII ke 25. Waktu itu mau naik kelas 3 SMA, kalau engga salah berangkatnya tanggal 28 Juni 2006. Waktu itu, masih hijau banget soal organisasi, jadinya belum terlalu memahami makna dan arti muktamar itu apa. Pada kegiatannya sendiri sih, aku kebanyakan menjadi penonton dan pengamat saja 8-) sesuai dengan statusku waktu itu jadi “peninjau†forever,. He he he…..
Oke aku ceritakan perjalanannya. Sebenarnya, aku baru bilang mau pergi itu dua hari sebelum kami benar-benar pergi. Jadi dadakan gitu, untung aja dibolehkan dan ngga ada hambatan, meskipun ortu sempat kaget juga,. Akhirnya kami pergi, tapi ke Makassar dulu transit di sana. Kami pergi naik kapal ke Makassar dan terombang-ambing di lautan sehari semalam. Sampai di Makassar, tinggalnya di kostan dekat Unhas, jadi tempat wisata tujuan kami ya Unhas itu :) hebat juga lho kami, sudah beberapa kali diajak berkeliling Universitas itu. Trus, kami pergi juga ke Ambon, kali ini naik pesawat. Alhamdulillah sampai dengan selamat disana. Satu minggu jalanin tugas kenegaraan, sampai juga di agenda jalan-jalan. Kami pergi ke pantai sana. Oh iya, yang berkesan itu makanannya. Makanannya lumayan asing dengan lidahku. Ada sagu, papeda, bener-bener lain dah pokoknya makanannya. Mungkin belum terbiasa kali ya, jadinya rada rewel juga ini lidah. Yang paling berkesan ya papeda. Bener-bener ngga terlupakan dah,.. :D
Pulang dari sana, mampir ke Makassar lagi. Nah baru ini bisa jalan-jalan. Ke Mall Ratu Indah, trus nikmati wisata kuliner disana juga. Yang berkesan itu ya makan sop konro, meskipun di Samarinda juga banyak yang jual, tapi kan keren juga bisa makan dari daerah asalnya sana. Tapi kok aneh ya, disana malah cari cotto makassar ga nemu :)
Perjalanan selanjutnya yang berkesan itu waktu ke Kabupaten Paser di Kaltim juga. Pertama kalinya ke sana, dan ngga pernah sama sekali menginjakkan kaki dan mendengar kabar apapun tentang daerah itu. Perginya pas awal bulan puasa 2006 juga. Bahkan, perginya cuma bertiga dan perempuan semua. Pergi dari Samarinda jam setengah empat, sampainya jam setengah dua malam. Sudah gitu sampai di lokasi acara malah buat kegaduhan sampai didatangin orang sekampung bawa parang ;) Waduh kacau dah waktu itu.
Rencananya, ke sana mau ikut Intermediate Training. Tapi ngga jadi karena kami kekurangan peserta. Akhirnya pulang deh beberapa hari berikutnya, soalnya dengar kabar ada kegiatan serupa di Kalsel, jadi cari info dari rumah (padahal sebenarnya alasan pulang itu karena masih takut dicariin warga :D ).
Dan akhirnya kami jadi pergi ke Kalsel, minggu kedua puasa. Kejadiannya sama seperti sebelumnya, belum tahu lokasi dan hanya punya petunjuk dari telepon sama teman-teman disana. Dan pengalamanku naik bis ke Banjarmasin dulu lah yang jadi andalanku, soalnya kedua temanku belum pernah naik bus sama sekali.jadilah aku penuntun jalan lagi. Sesampainya di Banjarmasin, ternyata lokasi kegiatan bukan disitu, tapi di Marabahan, jauh lagi dai Banjarmasin. Dan kami pergi siang-siang pas puasa. Waktu itu digonceng sama mbak instrukturnya disana. Perjalanannya, mungkin seperti Samarinda-Tenggarong, tapi jalanannya lurus aja, ngga berliku-liku seperti di Tenggarong. Sepanjang mata memandang, banyak banget hutan gambut yang terbakar, sungguh memilukan :( . Kejadian yang diingat waktu training, pernah ada kabut asap yang tebal banget, padahal aku kan punya asma, jadinya terima materi pas training di salam kelas pakai slayer.
Disana, ngga sempat kemana-mana. Selesai acara, balik ke banjarmasin, langsung pesan tiket pulang. Kangen rumah euy, maklum ngga pernah ninggalin rumah selama itu waktu puasa. Dan benar saja, kami pulang lima hari sebelum lebaran. Jadi beli oleh-olehnya makana di bus aja, beli dodol kandangan yang banyak.
Habis itu kemana lagi ya…? Oh iya, pas tahun 2008, bulan Juli. Kami pergi ke Pontianak, menghadiri Muknas PII ke 26. Meskipun di peta itu Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur satu pulau, tapi ngga ada akses darat dari Samarinda ke Pontianak. Walhasil, kami pergi ke Surabaya dulu buat meneruskan perjalanan ke Kalbar. Perjalanan naik kapal, dua hari semalam. Sampai di sana sore. Langsung di drop ke sekretariat PII Jatim. Malamnya kami sempat jalan kaki lihat-lihat kota Surabaya. Sampai arut malam, kami sama sekali ngga bisa tidur. Oh iya, belum aku ceritakan, kalau kami besok subuhnya bareng sama teman-teman dari Jatim dan Jogja pergi lagi naik kapal menuju ke Pontianak. Tengah malam, rombongan dari jogja datang. Dan subuhnya, kami carter angkot menuju ke pelabuhan lagi.
Sesampainya disana, kekecewaan yang kami dapat. Kapal kami di delay. Katanya sih, siang baru berangkat, ternyata delay lagi, delay lagi sampai akhirnya malamnya baru berangkat. Jadi, aktivitasku seharina ngga jelas itu di pelabuhan, tidur dan melampiaskan rasa lelahku di sana. Eeh siang-siangnya ada dangdutan di sana sebagai hiburan :toe: Rupanya disana ketemu sama teman-teman dari Ambon. Sorenya, sudah bersiap-siap berebutan sama penumpang lainnya cari tempat ter pw di kapal. Ternyata eh ternyata, sudah naik, kapalnya dinyatakan ngga bisa berlayar.. jadilah kami jadi penumpang terlantar lagi di pelabuhan. Kira-kira malam jam sepuluh barulah bisa duduk tenang di atas kapal, itupun dapat tempat yang kurang nyaman, tapi okelah buat beristirahat, cukup save juga kiri-kanan. Yang jadi problem kalau lagi di kapal itu, apalagi kalau goyang-goyang, paslagi shalat, kadang berdiri aja mau jatuh, tapi itulah seninya. Pokoknya total perjalanan kami seminggu berada di atas laut dari Balikpapan ke Pontianak. Sampai-sampai ada teman yang mau shaum senin kamis, dikiranya hari kamis, padahal itu hari jumat :D
Pasca kegiatan muknas, sempat jalan-jalan sih di Pontianak, pergi ke tugu nol derajat trus beli oleh-oleh manisan dan dodol lidah buaya. Pulangnya kami lagi-lagi naik kapal. Tapi kali ini agak rame juga, soalnya bareng sama teman-teman dari Jakarta dan beberapa dari Sumatera. Trus menginjakkan kaki di Jakarta deh beberapa hari. Sampai di Jakarta juga ga sempat kemana-mana, cuma main ke Monas, itupun jalan kaki aja. Oh iya, mampir ke Kwitang sebelum digusur, cari buku-buku bajakan, he he. Dan alhamdulillah, pulang ke Kaltim nya naik pesawat, akhirnya :D
Beberapa bulan selang dari muknas, kembali traveling lagi ke Jakarta. Bedanya, kali ini pergi alone, sendiri. Sudah sendirian, dibawain bekal buku satu koper lagi, beneran buku semua tugh yang dibawa, baju malah sedikit. Meskipun sebelumnya sudah pernah kesana, tapi kan kondisinya beda. Sendiri dan cuma dituntun arah pakai hape. Waktu itu ada kegiatan Advance Training, training ketiga setelah Intra. Jadi dah, sewaktu sampai di bandara dituntun suruh naik Damri, padahal bingung tuh yang mana Damri, untung aja ada di sana (ya iyalah wong mangkalnya emang disana) disuruh turun di Gambir, trus ntar dijemput di sana. Ya udah deh, padahal wajah sang penjemput juga ngga tahu, mengandalkan feeling aja,. Alhamdulillah ketemu, katanya udah keliatan banget kalo mau ikut advan ciri-cirinya kelihatan dari jauh,. :)
Waktu itu lagi puasa, dan ternyata, puasaku hari itubertambah satu jam lho,… Sahurnya ngikut waktu Samarinda, bukanya ngikut waktu Jakarta. Begitu buka puasa langsung deh digiring ke Karawang, soalnya lokasi training disana dan ternayta jam sepuluh baru sampai, padahal belum nemu nasi tuh. Jadi dah malam-malam cari makanan di depan Islamic Centernya sana. Selam adi karawang juga ga sempat kemana-mana, cuma sempat ke mall nya sebentar, itupun ngikut teman yang cari ATM. Ternyata pulangnya ada insiden, ketemu preman yang lagi malak orang di dalam bis, dan orang yang di palak itu tepat di belakang kursiku. Duh jantungan dah, serasa mau teriak aja ngalaminnya.
Selesai training, kembali ke Jakarta. Dan perjalanan baru akhirnya ditempuh lagi. Gara-gara diajakin sama teman yang dari Jatim sama Jateng buat pulang kampung sebentar, yaah tergoda juga. Setelah telpon orang rumah, akhirnya direstui buat pulang ke rumah pak dhe di Surabaya. Jadilah besoknya kami ke Senen beli tiket ke Surabaya. Habis dari senen, mampir ke Monas lagi, tapi kali ini masuk and naik ke atas. Sempat foto-foto juga disana ;) . Padahal jam satu kereta kami berangkat. Kami naik kereta kelas ekonomi, Cuma 36 ribu sampai ke Surabaya, wah aku heran. Tapi pang, berdesak-desakan, banyak orang jualan dan pengamen full nonstop. Keren dah pokoknya, journey tak terlupakan :D
Hmmm,…. Sebenarnya banyak tempat lagi yang ingin aku kunjungi. Yang pengen banget itu pergi ke Sumatera, Sumatera mana aja lah, pokoknya keren aja kalau bisa menginjakkan kaki ke Sumatera. Aku juga pengen naik motor melewati jembatan Suramadu,.. Hmmmm kapan ya,…?,,. Semoga kesampaian deh ;)
Pertama kali aku keluar kota itu waktu kecil, biasalah tradisi mudik alias pulang kampung. Waktu itu perjalanannya ke Surabaya ke tempat mbah dan asal muasalnya ayah, dan dilanjutkan ke Tegal, Peklongan, Brebes ke asal muasalnya ibu. Waktu itu masih kecil banget, jadi ngga ada kenangan yang masih menempel (kecuali waktu mandi di kali). Terus ke Surabaya lagi berdua dengan ayah waktu naik kelas dua SMP. Perjalanannya lumayan jauh soalnya naik kapal dari Banjarmasin, jadinya sempat menginjakkan kaki di Kalsel juga. Pengalaman ini sangat berharga sekali buat perjalanan travelingku selamjutnya lho,. Disimak sampai habis ya :p
Selanjutnya, aku pernah pergi ke Ambon, Maluku, untuk menghadiri Muktamar Nasional PII ke 25. Waktu itu mau naik kelas 3 SMA, kalau engga salah berangkatnya tanggal 28 Juni 2006. Waktu itu, masih hijau banget soal organisasi, jadinya belum terlalu memahami makna dan arti muktamar itu apa. Pada kegiatannya sendiri sih, aku kebanyakan menjadi penonton dan pengamat saja 8-) sesuai dengan statusku waktu itu jadi “peninjau†forever,. He he he…..
Oke aku ceritakan perjalanannya. Sebenarnya, aku baru bilang mau pergi itu dua hari sebelum kami benar-benar pergi. Jadi dadakan gitu, untung aja dibolehkan dan ngga ada hambatan, meskipun ortu sempat kaget juga,. Akhirnya kami pergi, tapi ke Makassar dulu transit di sana. Kami pergi naik kapal ke Makassar dan terombang-ambing di lautan sehari semalam. Sampai di Makassar, tinggalnya di kostan dekat Unhas, jadi tempat wisata tujuan kami ya Unhas itu :) hebat juga lho kami, sudah beberapa kali diajak berkeliling Universitas itu. Trus, kami pergi juga ke Ambon, kali ini naik pesawat. Alhamdulillah sampai dengan selamat disana. Satu minggu jalanin tugas kenegaraan, sampai juga di agenda jalan-jalan. Kami pergi ke pantai sana. Oh iya, yang berkesan itu makanannya. Makanannya lumayan asing dengan lidahku. Ada sagu, papeda, bener-bener lain dah pokoknya makanannya. Mungkin belum terbiasa kali ya, jadinya rada rewel juga ini lidah. Yang paling berkesan ya papeda. Bener-bener ngga terlupakan dah,.. :D
Pulang dari sana, mampir ke Makassar lagi. Nah baru ini bisa jalan-jalan. Ke Mall Ratu Indah, trus nikmati wisata kuliner disana juga. Yang berkesan itu ya makan sop konro, meskipun di Samarinda juga banyak yang jual, tapi kan keren juga bisa makan dari daerah asalnya sana. Tapi kok aneh ya, disana malah cari cotto makassar ga nemu :)
Perjalanan selanjutnya yang berkesan itu waktu ke Kabupaten Paser di Kaltim juga. Pertama kalinya ke sana, dan ngga pernah sama sekali menginjakkan kaki dan mendengar kabar apapun tentang daerah itu. Perginya pas awal bulan puasa 2006 juga. Bahkan, perginya cuma bertiga dan perempuan semua. Pergi dari Samarinda jam setengah empat, sampainya jam setengah dua malam. Sudah gitu sampai di lokasi acara malah buat kegaduhan sampai didatangin orang sekampung bawa parang ;) Waduh kacau dah waktu itu.
Rencananya, ke sana mau ikut Intermediate Training. Tapi ngga jadi karena kami kekurangan peserta. Akhirnya pulang deh beberapa hari berikutnya, soalnya dengar kabar ada kegiatan serupa di Kalsel, jadi cari info dari rumah (padahal sebenarnya alasan pulang itu karena masih takut dicariin warga :D ).
Dan akhirnya kami jadi pergi ke Kalsel, minggu kedua puasa. Kejadiannya sama seperti sebelumnya, belum tahu lokasi dan hanya punya petunjuk dari telepon sama teman-teman disana. Dan pengalamanku naik bis ke Banjarmasin dulu lah yang jadi andalanku, soalnya kedua temanku belum pernah naik bus sama sekali.jadilah aku penuntun jalan lagi. Sesampainya di Banjarmasin, ternyata lokasi kegiatan bukan disitu, tapi di Marabahan, jauh lagi dai Banjarmasin. Dan kami pergi siang-siang pas puasa. Waktu itu digonceng sama mbak instrukturnya disana. Perjalanannya, mungkin seperti Samarinda-Tenggarong, tapi jalanannya lurus aja, ngga berliku-liku seperti di Tenggarong. Sepanjang mata memandang, banyak banget hutan gambut yang terbakar, sungguh memilukan :( . Kejadian yang diingat waktu training, pernah ada kabut asap yang tebal banget, padahal aku kan punya asma, jadinya terima materi pas training di salam kelas pakai slayer.
Disana, ngga sempat kemana-mana. Selesai acara, balik ke banjarmasin, langsung pesan tiket pulang. Kangen rumah euy, maklum ngga pernah ninggalin rumah selama itu waktu puasa. Dan benar saja, kami pulang lima hari sebelum lebaran. Jadi beli oleh-olehnya makana di bus aja, beli dodol kandangan yang banyak.
Habis itu kemana lagi ya…? Oh iya, pas tahun 2008, bulan Juli. Kami pergi ke Pontianak, menghadiri Muknas PII ke 26. Meskipun di peta itu Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur satu pulau, tapi ngga ada akses darat dari Samarinda ke Pontianak. Walhasil, kami pergi ke Surabaya dulu buat meneruskan perjalanan ke Kalbar. Perjalanan naik kapal, dua hari semalam. Sampai di sana sore. Langsung di drop ke sekretariat PII Jatim. Malamnya kami sempat jalan kaki lihat-lihat kota Surabaya. Sampai arut malam, kami sama sekali ngga bisa tidur. Oh iya, belum aku ceritakan, kalau kami besok subuhnya bareng sama teman-teman dari Jatim dan Jogja pergi lagi naik kapal menuju ke Pontianak. Tengah malam, rombongan dari jogja datang. Dan subuhnya, kami carter angkot menuju ke pelabuhan lagi.
Sesampainya disana, kekecewaan yang kami dapat. Kapal kami di delay. Katanya sih, siang baru berangkat, ternyata delay lagi, delay lagi sampai akhirnya malamnya baru berangkat. Jadi, aktivitasku seharina ngga jelas itu di pelabuhan, tidur dan melampiaskan rasa lelahku di sana. Eeh siang-siangnya ada dangdutan di sana sebagai hiburan :toe: Rupanya disana ketemu sama teman-teman dari Ambon. Sorenya, sudah bersiap-siap berebutan sama penumpang lainnya cari tempat ter pw di kapal. Ternyata eh ternyata, sudah naik, kapalnya dinyatakan ngga bisa berlayar.. jadilah kami jadi penumpang terlantar lagi di pelabuhan. Kira-kira malam jam sepuluh barulah bisa duduk tenang di atas kapal, itupun dapat tempat yang kurang nyaman, tapi okelah buat beristirahat, cukup save juga kiri-kanan. Yang jadi problem kalau lagi di kapal itu, apalagi kalau goyang-goyang, paslagi shalat, kadang berdiri aja mau jatuh, tapi itulah seninya. Pokoknya total perjalanan kami seminggu berada di atas laut dari Balikpapan ke Pontianak. Sampai-sampai ada teman yang mau shaum senin kamis, dikiranya hari kamis, padahal itu hari jumat :D
Pasca kegiatan muknas, sempat jalan-jalan sih di Pontianak, pergi ke tugu nol derajat trus beli oleh-oleh manisan dan dodol lidah buaya. Pulangnya kami lagi-lagi naik kapal. Tapi kali ini agak rame juga, soalnya bareng sama teman-teman dari Jakarta dan beberapa dari Sumatera. Trus menginjakkan kaki di Jakarta deh beberapa hari. Sampai di Jakarta juga ga sempat kemana-mana, cuma main ke Monas, itupun jalan kaki aja. Oh iya, mampir ke Kwitang sebelum digusur, cari buku-buku bajakan, he he. Dan alhamdulillah, pulang ke Kaltim nya naik pesawat, akhirnya :D
Beberapa bulan selang dari muknas, kembali traveling lagi ke Jakarta. Bedanya, kali ini pergi alone, sendiri. Sudah sendirian, dibawain bekal buku satu koper lagi, beneran buku semua tugh yang dibawa, baju malah sedikit. Meskipun sebelumnya sudah pernah kesana, tapi kan kondisinya beda. Sendiri dan cuma dituntun arah pakai hape. Waktu itu ada kegiatan Advance Training, training ketiga setelah Intra. Jadi dah, sewaktu sampai di bandara dituntun suruh naik Damri, padahal bingung tuh yang mana Damri, untung aja ada di sana (ya iyalah wong mangkalnya emang disana) disuruh turun di Gambir, trus ntar dijemput di sana. Ya udah deh, padahal wajah sang penjemput juga ngga tahu, mengandalkan feeling aja,. Alhamdulillah ketemu, katanya udah keliatan banget kalo mau ikut advan ciri-cirinya kelihatan dari jauh,. :)
Waktu itu lagi puasa, dan ternyata, puasaku hari itubertambah satu jam lho,… Sahurnya ngikut waktu Samarinda, bukanya ngikut waktu Jakarta. Begitu buka puasa langsung deh digiring ke Karawang, soalnya lokasi training disana dan ternayta jam sepuluh baru sampai, padahal belum nemu nasi tuh. Jadi dah malam-malam cari makanan di depan Islamic Centernya sana. Selam adi karawang juga ga sempat kemana-mana, cuma sempat ke mall nya sebentar, itupun ngikut teman yang cari ATM. Ternyata pulangnya ada insiden, ketemu preman yang lagi malak orang di dalam bis, dan orang yang di palak itu tepat di belakang kursiku. Duh jantungan dah, serasa mau teriak aja ngalaminnya.
Selesai training, kembali ke Jakarta. Dan perjalanan baru akhirnya ditempuh lagi. Gara-gara diajakin sama teman yang dari Jatim sama Jateng buat pulang kampung sebentar, yaah tergoda juga. Setelah telpon orang rumah, akhirnya direstui buat pulang ke rumah pak dhe di Surabaya. Jadilah besoknya kami ke Senen beli tiket ke Surabaya. Habis dari senen, mampir ke Monas lagi, tapi kali ini masuk and naik ke atas. Sempat foto-foto juga disana ;) . Padahal jam satu kereta kami berangkat. Kami naik kereta kelas ekonomi, Cuma 36 ribu sampai ke Surabaya, wah aku heran. Tapi pang, berdesak-desakan, banyak orang jualan dan pengamen full nonstop. Keren dah pokoknya, journey tak terlupakan :D
Hmmm,…. Sebenarnya banyak tempat lagi yang ingin aku kunjungi. Yang pengen banget itu pergi ke Sumatera, Sumatera mana aja lah, pokoknya keren aja kalau bisa menginjakkan kaki ke Sumatera. Aku juga pengen naik motor melewati jembatan Suramadu,.. Hmmmm kapan ya,…?,,. Semoga kesampaian deh ;)
Pertama kali aku keluar kota itu waktu kecil, biasalah tradisi mudik alias pulang kampung. Waktu itu perjalanannya ke Surabaya ke tempat mbah dan asal muasalnya ayah, dan dilanjutkan ke Tegal, Peklongan, Brebes ke asal muasalnya ibu. Waktu itu masih kecil banget, jadi ngga ada kenangan yang masih menempel (kecuali waktu mandi di kali). Terus ke Surabaya lagi berdua dengan ayah waktu naik kelas dua SMP. Perjalanannya lumayan jauh soalnya naik kapal dari Banjarmasin, jadinya sempat menginjakkan kaki di Kalsel juga. Pengalaman ini sangat berharga sekali buat perjalanan travelingku selamjutnya lho,. Disimak sampai habis ya :p
Selanjutnya, aku pernah pergi ke Ambon, Maluku, untuk menghadiri Muktamar Nasional PII ke 25. Waktu itu mau naik kelas 3 SMA, kalau engga salah berangkatnya tanggal 28 Juni 2006. Waktu itu, masih hijau banget soal organisasi, jadinya belum terlalu memahami makna dan arti muktamar itu apa. Pada kegiatannya sendiri sih, aku kebanyakan menjadi penonton dan pengamat saja 8-) sesuai dengan statusku waktu itu jadi “peninjau†forever,. He he he…..
Oke aku ceritakan perjalanannya. Sebenarnya, aku baru bilang mau pergi itu dua hari sebelum kami benar-benar pergi. Jadi dadakan gitu, untung aja dibolehkan dan ngga ada hambatan, meskipun ortu sempat kaget juga,. Akhirnya kami pergi, tapi ke Makassar dulu transit di sana. Kami pergi naik kapal ke Makassar dan terombang-ambing di lautan sehari semalam. Sampai di Makassar, tinggalnya di kostan dekat Unhas, jadi tempat wisata tujuan kami ya Unhas itu :) hebat juga lho kami, sudah beberapa kali diajak berkeliling Universitas itu. Trus, kami pergi juga ke Ambon, kali ini naik pesawat. Alhamdulillah sampai dengan selamat disana. Satu minggu jalanin tugas kenegaraan, sampai juga di agenda jalan-jalan. Kami pergi ke pantai sana. Oh iya, yang berkesan itu makanannya. Makanannya lumayan asing dengan lidahku. Ada sagu, papeda, bener-bener lain dah pokoknya makanannya. Mungkin belum terbiasa kali ya, jadinya rada rewel juga ini lidah. Yang paling berkesan ya papeda. Bener-bener ngga terlupakan dah,.. :D
Pulang dari sana, mampir ke Makassar lagi. Nah baru ini bisa jalan-jalan. Ke Mall Ratu Indah, trus nikmati wisata kuliner disana juga. Yang berkesan itu ya makan sop konro, meskipun di Samarinda juga banyak yang jual, tapi kan keren juga bisa makan dari daerah asalnya sana. Tapi kok aneh ya, disana malah cari cotto makassar ga nemu :)
Perjalanan selanjutnya yang berkesan itu waktu ke Kabupaten Paser di Kaltim juga. Pertama kalinya ke sana, dan ngga pernah sama sekali menginjakkan kaki dan mendengar kabar apapun tentang daerah itu. Perginya pas awal bulan puasa 2006 juga. Bahkan, perginya cuma bertiga dan perempuan semua. Pergi dari Samarinda jam setengah empat, sampainya jam setengah dua malam. Sudah gitu sampai di lokasi acara malah buat kegaduhan sampai didatangin orang sekampung bawa parang ;) Waduh kacau dah waktu itu.
Rencananya, ke sana mau ikut Intermediate Training. Tapi ngga jadi karena kami kekurangan peserta. Akhirnya pulang deh beberapa hari berikutnya, soalnya dengar kabar ada kegiatan serupa di Kalsel, jadi cari info dari rumah (padahal sebenarnya alasan pulang itu karena masih takut dicariin warga :D ).
Dan akhirnya kami jadi pergi ke Kalsel, minggu kedua puasa. Kejadiannya sama seperti sebelumnya, belum tahu lokasi dan hanya punya petunjuk dari telepon sama teman-teman disana. Dan pengalamanku naik bis ke Banjarmasin dulu lah yang jadi andalanku, soalnya kedua temanku belum pernah naik bus sama sekali.jadilah aku penuntun jalan lagi. Sesampainya di Banjarmasin, ternyata lokasi kegiatan bukan disitu, tapi di Marabahan, jauh lagi dai Banjarmasin. Dan kami pergi siang-siang pas puasa. Waktu itu digonceng sama mbak instrukturnya disana. Perjalanannya, mungkin seperti Samarinda-Tenggarong, tapi jalanannya lurus aja, ngga berliku-liku seperti di Tenggarong. Sepanjang mata memandang, banyak banget hutan gambut yang terbakar, sungguh memilukan :( . Kejadian yang diingat waktu training, pernah ada kabut asap yang tebal banget, padahal aku kan punya asma, jadinya terima materi pas training di salam kelas pakai slayer.
Disana, ngga sempat kemana-mana. Selesai acara, balik ke banjarmasin, langsung pesan tiket pulang. Kangen rumah euy, maklum ngga pernah ninggalin rumah selama itu waktu puasa. Dan benar saja, kami pulang lima hari sebelum lebaran. Jadi beli oleh-olehnya makana di bus aja, beli dodol kandangan yang banyak.
Habis itu kemana lagi ya…? Oh iya, pas tahun 2008, bulan Juli. Kami pergi ke Pontianak, menghadiri Muknas PII ke 26. Meskipun di peta itu Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur satu pulau, tapi ngga ada akses darat dari Samarinda ke Pontianak. Walhasil, kami pergi ke Surabaya dulu buat meneruskan perjalanan ke Kalbar. Perjalanan naik kapal, dua hari semalam. Sampai di sana sore. Langsung di drop ke sekretariat PII Jatim. Malamnya kami sempat jalan kaki lihat-lihat kota Surabaya. Sampai arut malam, kami sama sekali ngga bisa tidur. Oh iya, belum aku ceritakan, kalau kami besok subuhnya bareng sama teman-teman dari Jatim dan Jogja pergi lagi naik kapal menuju ke Pontianak. Tengah malam, rombongan dari jogja datang. Dan subuhnya, kami carter angkot menuju ke pelabuhan lagi.
Sesampainya disana, kekecewaan yang kami dapat. Kapal kami di delay. Katanya sih, siang baru berangkat, ternyata delay lagi, delay lagi sampai akhirnya malamnya baru berangkat. Jadi, aktivitasku seharina ngga jelas itu di pelabuhan, tidur dan melampiaskan rasa lelahku di sana. Eeh siang-siangnya ada dangdutan di sana sebagai hiburan :toe: Rupanya disana ketemu sama teman-teman dari Ambon. Sorenya, sudah bersiap-siap berebutan sama penumpang lainnya cari tempat ter pw di kapal. Ternyata eh ternyata, sudah naik, kapalnya dinyatakan ngga bisa berlayar.. jadilah kami jadi penumpang terlantar lagi di pelabuhan. Kira-kira malam jam sepuluh barulah bisa duduk tenang di atas kapal, itupun dapat tempat yang kurang nyaman, tapi okelah buat beristirahat, cukup save juga kiri-kanan. Yang jadi problem kalau lagi di kapal itu, apalagi kalau goyang-goyang, paslagi shalat, kadang berdiri aja mau jatuh, tapi itulah seninya. Pokoknya total perjalanan kami seminggu berada di atas laut dari Balikpapan ke Pontianak. Sampai-sampai ada teman yang mau shaum senin kamis, dikiranya hari kamis, padahal itu hari jumat :D
Pasca kegiatan muknas, sempat jalan-jalan sih di Pontianak, pergi ke tugu nol derajat trus beli oleh-oleh manisan dan dodol lidah buaya. Pulangnya kami lagi-lagi naik kapal. Tapi kali ini agak rame juga, soalnya bareng sama teman-teman dari Jakarta dan beberapa dari Sumatera. Trus menginjakkan kaki di Jakarta deh beberapa hari. Sampai di Jakarta juga ga sempat kemana-mana, cuma main ke Monas, itupun jalan kaki aja. Oh iya, mampir ke Kwitang sebelum digusur, cari buku-buku bajakan, he he. Dan alhamdulillah, pulang ke Kaltim nya naik pesawat, akhirnya :D
Beberapa bulan selang dari muknas, kembali traveling lagi ke Jakarta. Bedanya, kali ini pergi alone, sendiri. Sudah sendirian, dibawain bekal buku satu koper lagi, beneran buku semua tugh yang dibawa, baju malah sedikit. Meskipun sebelumnya sudah pernah kesana, tapi kan kondisinya beda. Sendiri dan cuma dituntun arah pakai hape. Waktu itu ada kegiatan Advance Training, training ketiga setelah Intra. Jadi dah, sewaktu sampai di bandara dituntun suruh naik Damri, padahal bingung tuh yang mana Damri, untung aja ada di sana (ya iyalah wong mangkalnya emang disana) disuruh turun di Gambir, trus ntar dijemput di sana. Ya udah deh, padahal wajah sang penjemput juga ngga tahu, mengandalkan feeling aja,. Alhamdulillah ketemu, katanya udah keliatan banget kalo mau ikut advan ciri-cirinya kelihatan dari jauh,. :)
Waktu itu lagi puasa, dan ternyata, puasaku hari itubertambah satu jam lho,… Sahurnya ngikut waktu Samarinda, bukanya ngikut waktu Jakarta. Begitu buka puasa langsung deh digiring ke Karawang, soalnya lokasi training disana dan ternayta jam sepuluh baru sampai, padahal belum nemu nasi tuh. Jadi dah malam-malam cari makanan di depan Islamic Centernya sana. Selam adi karawang juga ga sempat kemana-mana, cuma sempat ke mall nya sebentar, itupun ngikut teman yang cari ATM. Ternyata pulangnya ada insiden, ketemu preman yang lagi malak orang di dalam bis, dan orang yang di palak itu tepat di belakang kursiku. Duh jantungan dah, serasa mau teriak aja ngalaminnya.
Selesai training, kembali ke Jakarta. Dan perjalanan baru akhirnya ditempuh lagi. Gara-gara diajakin sama teman yang dari Jatim sama Jateng buat pulang kampung sebentar, yaah tergoda juga. Setelah telpon orang rumah, akhirnya direstui buat pulang ke rumah pak dhe di Surabaya. Jadilah besoknya kami ke Senen beli tiket ke Surabaya. Habis dari senen, mampir ke Monas lagi, tapi kali ini masuk and naik ke atas. Sempat foto-foto juga disana ;) . Padahal jam satu kereta kami berangkat. Kami naik kereta kelas ekonomi, Cuma 36 ribu sampai ke Surabaya, wah aku heran. Tapi pang, berdesak-desakan, banyak orang jualan dan pengamen full nonstop. Keren dah pokoknya, journey tak terlupakan :D
Hmmm,…. Sebenarnya banyak tempat lagi yang ingin aku kunjungi. Yang pengen banget itu pergi ke Sumatera, Sumatera mana aja lah, pokoknya keren aja kalau bisa menginjakkan kaki ke Sumatera. Aku juga pengen naik motor melewati jembatan Suramadu,.. Hmmmm kapan ya,…?,,. Semoga kesampaian deh ;)
KEWAJIBAN SEBAGAI WARGA NEGARA
KEWAJIBAN SEBAGAI WARGA NEGARA
Setiap warga Negara memiliki hak dan kewajiban yang sama satu sama lainnya tanpa kecuali. Hak merupakan apa yang diberikan Negara kepada warganya. Kewajiban adalah apa yang harus diberikan warga Negara untuk negaranya. Kenyataan saat ini adalah banyak warga Negara yang lebih mencari atau meminta haknya dari pada menjalankan kewajibannya. Contoh nyata , banyaknya warga Negara yang menuntut pendidikan dan kesehatan gratis dari pada melakukan kewajibannya sebagai warga negarayaitu membayar pajak dan menjaga kerukunan diwilayahnya masing-masing. Saat ini dimana-mana sering kita lihat banyak aksi demo yang menuntut pendidikan dan kesehatan gratis bagi masyarakat kelas menengah kebawah tetapi kenyataannya pemerintah beralasan anggaran Negara belum cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat tersebut. Disisi lainkewajiban masyarakat sebagai warga Negara masih sering diabaikan oleh masyarakat itu sendiri contohnya adalah tidak sedikit masyarakat yang tidak membayar pajak dan melakukan pencuian listrik milik Negara. Padahal kalau kita telusuri lagi lebih dalam mungkin alasan pemerintah soal anggaran yang kurang untuk memberikan pengobatan dan pendidikan gratis mungkin masuk akal karena masih banyak warga Negara yang tidak menjalankan kewajibannya.
Untuk mencapai keseimbangan antara hak dan kewajiban, yaitu dengan cara mengetahui posisi diri kita sendiri. Sebagai seorang warga negara harus tahu hak dan kewajibannya. Seorang pejabat atau pemerintah pun harus tahu akan hak dan kewajibannya. Seperti yang sudah tercantum dalam hukum dan aturan-aturan yang berlaku. Jika hak dan kewajiban seimbang dan terpenuhi, maka kehidupan masyarakat akan aman sejahtera. Hak dan kewajiban di Indonesia ini tidak akan pernah seimbang apabila masyarakat tidak bergerak untuk merubahnya. Karena para pejabat tidak akan pernah merubahnya, walaupun rakyat banyak menderita karena hal ini. Mereka lebih memikirkan bagaimana mendapatkan materi daripada memikirkan rakyat.Sampai saat ini masih banyak rakyat yang belum mendapatkan haknya.Oleh karena itu, kita sebagai warga negara yang berdemokrasi harus bangun dari mimpi kita yang buruk ini dan merubahnya untuk mendapatkan hak-hak dan tak lupa melaksanakan kewajiban kita sebagai rakyat Indonesia.
Contoh Kewajiban Warga Negara Indonesia
1. Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam membela, mempertahankan kedaulatan negara indonesia dari serangan musuh
2. Setiap warga negara wajib membayar pajak dan retribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda)
3. Setiap warga negara wajib mentaati serta menjunjung tinggi dasar negara, hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali, serta dijalankan dengan sebaik-baiknya
4. Setiap warga negara berkewajiban taat, tunduk dan patuh terhadap segala hukum yang berlaku di wilayah negara indonesia
5. Setiap warga negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk membangun bangsa agar bangsa kita bisa berkembang dan maju ke arah yang lebih baik.
Setiap warga Negara memiliki hak dan kewajiban yang sama satu sama lainnya tanpa kecuali. Hak merupakan apa yang diberikan Negara kepada warganya. Kewajiban adalah apa yang harus diberikan warga Negara untuk negaranya. Kenyataan saat ini adalah banyak warga Negara yang lebih mencari atau meminta haknya dari pada menjalankan kewajibannya. Contoh nyata , banyaknya warga Negara yang menuntut pendidikan dan kesehatan gratis dari pada melakukan kewajibannya sebagai warga negarayaitu membayar pajak dan menjaga kerukunan diwilayahnya masing-masing. Saat ini dimana-mana sering kita lihat banyak aksi demo yang menuntut pendidikan dan kesehatan gratis bagi masyarakat kelas menengah kebawah tetapi kenyataannya pemerintah beralasan anggaran Negara belum cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat tersebut. Disisi lainkewajiban masyarakat sebagai warga Negara masih sering diabaikan oleh masyarakat itu sendiri contohnya adalah tidak sedikit masyarakat yang tidak membayar pajak dan melakukan pencuian listrik milik Negara. Padahal kalau kita telusuri lagi lebih dalam mungkin alasan pemerintah soal anggaran yang kurang untuk memberikan pengobatan dan pendidikan gratis mungkin masuk akal karena masih banyak warga Negara yang tidak menjalankan kewajibannya.
Untuk mencapai keseimbangan antara hak dan kewajiban, yaitu dengan cara mengetahui posisi diri kita sendiri. Sebagai seorang warga negara harus tahu hak dan kewajibannya. Seorang pejabat atau pemerintah pun harus tahu akan hak dan kewajibannya. Seperti yang sudah tercantum dalam hukum dan aturan-aturan yang berlaku. Jika hak dan kewajiban seimbang dan terpenuhi, maka kehidupan masyarakat akan aman sejahtera. Hak dan kewajiban di Indonesia ini tidak akan pernah seimbang apabila masyarakat tidak bergerak untuk merubahnya. Karena para pejabat tidak akan pernah merubahnya, walaupun rakyat banyak menderita karena hal ini. Mereka lebih memikirkan bagaimana mendapatkan materi daripada memikirkan rakyat.Sampai saat ini masih banyak rakyat yang belum mendapatkan haknya.Oleh karena itu, kita sebagai warga negara yang berdemokrasi harus bangun dari mimpi kita yang buruk ini dan merubahnya untuk mendapatkan hak-hak dan tak lupa melaksanakan kewajiban kita sebagai rakyat Indonesia.
Contoh Kewajiban Warga Negara Indonesia
1. Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam membela, mempertahankan kedaulatan negara indonesia dari serangan musuh
2. Setiap warga negara wajib membayar pajak dan retribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda)
3. Setiap warga negara wajib mentaati serta menjunjung tinggi dasar negara, hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali, serta dijalankan dengan sebaik-baiknya
4. Setiap warga negara berkewajiban taat, tunduk dan patuh terhadap segala hukum yang berlaku di wilayah negara indonesia
5. Setiap warga negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk membangun bangsa agar bangsa kita bisa berkembang dan maju ke arah yang lebih baik.
Hak sebagai warga Negara indonesia
Hak sebagai warga Negara indonesia
Ketentuan mengenai hak asasi manusia ini dalam UUD 1945 merupakan langkah maju dari bangsa Indonesia untuk menuju kehidupan konstitusional yang demokratis. Ketentuan mengenai hak asasi manusia tertuang pada Pasal 28 A sampai J UUD 1945. Dalam ketentuan tersebut juga dinyatakan adanya kewajiban dasar manusia. Hak dan kewajiban tersebut antara lain:
Hak hidup dan mempertahankan hidup dan kehidupan (Pasal 28A);
Membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawainan yang sah (Pasal 28B ayat 1);
Hak anak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi (Pasal 28B ayat 2);
Hak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasar, mendapat pendidikan, dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidup dan demi kesejahteraan umat manusia (Pasal 28C ayat 1);
Hak memajukan diri dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negara (Pasal 28 C ayat 2);
Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum (Pasal 28D ayat 1);
Hak untuk bekerja, serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja (Pasal 28D ayat 2);
Hak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan (Pasal 28D ayat 3);
Hak atas status kewarganegaraan (Pasal 28D ayat 4);
Hak bebas memeluk agama, beribadat menurut agama, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara, dan meninggalkannya dan kembali (Pasal 28E ayat 1);
Hak bebas meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nurani (Pasal 28E ayat 2);
Hak bebas berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat (Pasal 28E ayat 3);
Hak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosial, serta hak mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia (Pasal 28F);
Hak atas perlindungan diri, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda, dan hak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi (Pasal 28G ayat 1);
Hak bebas dari penyiksaan dan perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan memperoleh suaka politik dari negara lain (Pasal 28G ayat 2);
Hak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta memperoleh pelayanan kesehatan (Pasal 28H ayat 1);
Hak memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan (Pasal 28H ayat 2);
Hak atas jaminan sosial (Pasal 28H ayat 3);
Hak memiliki hak milik pribadi, dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapa pun (Pasal 28H ayat 4);
Hak terhadap identitas budaya dan masyarakat tradisional (Pasal 28I ayat 3);
Kewajiban menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (Pasal 28J ayat 1);
Kewajiban tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang (Pasal 28J ayat 2).
A. Contoh Hak Warga Negara Indonesia
Setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan hukum
1. Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak
2. Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan di dalam pemerintahan
3. Setiap warga negara bebas untuk memilih, memeluk dan menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing yang dipercayai
4. Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran
5. Setiap warga negara berhak mempertahankan wilayah negara kesatuan Indonesia atau nkri dari serangan musuh
6. Setiap warga negara memiliki hak sama dalam kemerdekaan berserikat, berkumpul mengeluarkan pendapat secara lisan dan tulisan sesuai undang-undang yang berlaku
Ketentuan mengenai hak asasi manusia ini dalam UUD 1945 merupakan langkah maju dari bangsa Indonesia untuk menuju kehidupan konstitusional yang demokratis. Ketentuan mengenai hak asasi manusia tertuang pada Pasal 28 A sampai J UUD 1945. Dalam ketentuan tersebut juga dinyatakan adanya kewajiban dasar manusia. Hak dan kewajiban tersebut antara lain:
Hak hidup dan mempertahankan hidup dan kehidupan (Pasal 28A);
Membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawainan yang sah (Pasal 28B ayat 1);
Hak anak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi (Pasal 28B ayat 2);
Hak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasar, mendapat pendidikan, dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidup dan demi kesejahteraan umat manusia (Pasal 28C ayat 1);
Hak memajukan diri dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negara (Pasal 28 C ayat 2);
Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum (Pasal 28D ayat 1);
Hak untuk bekerja, serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja (Pasal 28D ayat 2);
Hak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan (Pasal 28D ayat 3);
Hak atas status kewarganegaraan (Pasal 28D ayat 4);
Hak bebas memeluk agama, beribadat menurut agama, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara, dan meninggalkannya dan kembali (Pasal 28E ayat 1);
Hak bebas meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nurani (Pasal 28E ayat 2);
Hak bebas berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat (Pasal 28E ayat 3);
Hak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosial, serta hak mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia (Pasal 28F);
Hak atas perlindungan diri, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda, dan hak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi (Pasal 28G ayat 1);
Hak bebas dari penyiksaan dan perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan memperoleh suaka politik dari negara lain (Pasal 28G ayat 2);
Hak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta memperoleh pelayanan kesehatan (Pasal 28H ayat 1);
Hak memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan (Pasal 28H ayat 2);
Hak atas jaminan sosial (Pasal 28H ayat 3);
Hak memiliki hak milik pribadi, dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapa pun (Pasal 28H ayat 4);
Hak terhadap identitas budaya dan masyarakat tradisional (Pasal 28I ayat 3);
Kewajiban menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (Pasal 28J ayat 1);
Kewajiban tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang (Pasal 28J ayat 2).
A. Contoh Hak Warga Negara Indonesia
Setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan hukum
1. Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak
2. Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan di dalam pemerintahan
3. Setiap warga negara bebas untuk memilih, memeluk dan menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing yang dipercayai
4. Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran
5. Setiap warga negara berhak mempertahankan wilayah negara kesatuan Indonesia atau nkri dari serangan musuh
6. Setiap warga negara memiliki hak sama dalam kemerdekaan berserikat, berkumpul mengeluarkan pendapat secara lisan dan tulisan sesuai undang-undang yang berlaku
Langganan:
Postingan (Atom)